Adam Alis Setyano, geladang muda Indonesia telah mengkonfirmasi bahwa ia telah mundur dari Persija Jakarta. Salah satu pertimbangannya mundur dari klub itu adalah karena haknya selama empat bulan masih belum dibayarkan oleh Macan Kemayoran tersebut.

Saat diwawancarai oleh awak media, Adam Alis Setyano mengaku ada banyak faktor yang membuatnya memutuskan untuk hengkang dari klub. Ia juga mengaku bingung dengan ketidakpastian manajemen. Contohnya adalah keadaan di mana Persija masih belum melakukan persiapan apa pun untuk mengikuti turnamen.

Terkait gajinya yang masih belum dibayarkan oleh Persija, gelandang berusia 21 tahun itu pun mengaku pasrah. Adam Alis berkata, bila dibayar tentu ia akan sangat bersyukur, namun bila tak ada niat itu dari pihak klub, ia pun tak akan mempermasalahkannya. Namun menurutnya, gajiĀ  tetap harus dibayar oleh klub, karena itu adalah haknya sebagai pemain.

Adam Alis Fokus Pada Pendidikan TNI

Adam Alis saat ini diketahui tengah fokus pada pendidikan Tentara Nasional Indonesia atau TNI bersama beberapa rekannya di tim nasional Indonesia. Salah satunya adalah Ravi Murdianto. Pendidikan TNI ini sendiri tak akan menghalangi karir sepak bolanya. Adam Alis mengaku akan kembali bermain setelah sepak bola Tanah Air normal kembali.

Terkait kepergian Adam Alis ini, Pelatih Persija Jakarta, Rahmad Darmawan mengaku sangat kecewa. Ia menyayangkan keputusan sang pemain untuk pergi dari klub. Menurutnya itu adalah kehilangan yang sangat besar bagi timnya.

crownbola

Menurut Rahmad Darmawan, Adam Alis adalah seorang pemain sepak bola muda bertalenta dengan kepribadian yang baik serta disiplin diri yang tinggi.

Namun apa boleh buat, ketidakpastian masa depan sepak bola Indonesia, terutama Persija, klub yang menaunginya, membuat pesepakbola muda itu memutuskan untuk pergi. Masalah gaji tentu juga menjadi salah satu isu utamanya meninggalkan skuad Macan Kemayoran.

Masalah gaji ini sudah kerap terjadi di sepak bola Indonesia. Tak hanya Persija, beberapa klub Tanah Air juga mengalami hal yang sama. Walau banyak pemain yang memutuskan pergi, namun banyak juga yang bertahan hingga hak mereka dibayarkan oleh pihak klub.