Andres Iniesta, gelandang Barcelona memuji lini depan klubnya yang saat ini diisi oleh Lionel Messi, Luis Suarez dan Neymar. Ia berpendapat bahwa trio El Barca tersebut merupakan kekuatan serangan terbaik yang pernah bekerjasama dengannya.

Sejauh ini Andres Iniesta telah memenangi 23 trofi sepanjang karir cemerlangnya di Barcelona. Dan sepanjang karirnya di Camp Nou ia pernah bermain bersama pemain top lain seperti Ronaldinho, Thierry Henry, Samuel Eto’o dan lainnya. Akan tetapi Andres Iniesta meyakini bahwa 117 gol yang dikoleksi oleh tiga pemain dari Amerika Selatan tersebut pada musim ini memiliki peran penting dalam membawa Barcelona ke level yang berbeda.

Dalam satu kesempatan, Andres Iniesta berkata ia merasa beruntung bisa memiliki kesempatan bermain dengan para penyerang terbaik di dunia. Menurutnya, memiliki tiga orang pemain tersebut di dalam tim merupakan sesuatu yang tak bisa dibandingkan dengan hal lainnya. Andres Iniesta bahkan berkata bahwa ketiga pemain tersebut baginya adalah nomor satu. Mereka masih muda dan memiliki potensi yang spektakuler.

Baru-baru ini Andres Iniesta berhasil menambah gelar ke 23 nya yang juga sekaligus gelar Copa del Rey ketiganya setelah berhasil mengalahkan Athletic Bilbao pada pertandingan final Copa del Rey yang diadakan pada Sabtu 30 Mei 2015 lalu.

Andres Iniesta Pernah Rasakan Treble Winners

Kemenangan tersebut juga makin membuka lebar jalan Barcelona untuk meraih treble winners pada musim ini. Sebelumnya Andres Iniesta dan kawan- kawan telah berhasil menempati peringkat pertama Primera Division. Berikutnya mereka harus memenangkan pertandingan final Liga Champions, di mana mereka akan berhadapan dengan Juventus. Pertandingan ini sendiri akan berlangsung pada tanggal 6 Juni mendatang di Olympiacos Stadion, Berlin.

sbobet casino online

Mengenai treble winners, Andres Iniesta sudah pernah merasakannya pada musim 2008/2009 lalu. Saat itu bandar bola melihat Barcelona masih ditangani oleh pelatih Pep Guardiola yang saat ini melatih Bayern Muenchen yang notabene adalah tim yang mereka kalahkan di partai semifinal Liga Champions beberapa waktu yang lalu.

Namun Andres Iniesta menekankan bahwa tak ada dua musim yang persis sama. Akan tetapi ia melihat persamaan antara musim ini dan musim 2008/2009 lalu di mana tim mengerahkan segalanya dalam pertandingan.