Antonio Conte pelatih tim nasional Italia diprediksi akan meninggalkan jabatannya tersebut seusai Piala Eropa 2016 mendatang. Setidaknya itulah yang dipercaya oleh pendahulu Antonio Conte, Marcello Lippi.

Sebenarnya, Antonio Conte yang juga adalah mantan pelatih Juventus tersebut telah mempersembahkan penampilan yang tidak terlalu mengecewakan. Bersama Antonio Conte, Italia berhasil menempati klasemen Grup H Kualifikasi Piala Eropa 2016.

Namun demikian, Marcello Lippi menilai Antonio Conte merasa tak cocok dengan pekerjaannya saat ini, menangani tim nasional. Masalahnya, sebagai seorang pelatih tim nasional, Antonio Conte tak bisa berinteraksi dengan para pemainnya secara intensif. Tak seperti saat ia melatih klub, di mana ia berdiskusi dengan tim setiap saat.

Lebih lanjut, Marcello Lippi berkata bahwa ia yakin Antonio Conte akan mengakhiri siklusnya cukup dua tahun dari awal kontrak yang ia tanda tangani.

Antonio Conte Akan Kembali Latih Klub

Antonio Conte, menurutnya akan kembali melatih klub setelah selesai dengan tim nasional Italia. Ia berkeyakinan, sang pelatih membutuhkan adrenalin seperti halnya kebutuhan untuk bernapas. Walau mencatatkan hasil positif, Antonio Conte memang kerap mendapatkan tekanan dari publik. Manajemen dan suporter Juventus bahkan sempat mengecam Antonio Conte terkait cederanya Claudio Marchisio pada Maret 2015 lalu.

crownbola

Selain itu gagasan Antonio Conte untuk tim nasional juga dinilai tidak lazim. Sebelumnya Marcello Lippi juga pernah mengkritisi keinginan Antonio Conte yang ingin mengadakan kamp latihan untuk tim nasional Italia.

Marcello Lippi sendiri saat ini tengah menganggur. Pelatih yang berhasil membawa tim nasional Italia menjuarai Piala Dunia 2006 tersebut tak membantah kemungkinan bahwa dirinya berkemungkinan akan menggantikan Conte bila saja mantan pemain Juventus tersebut mengundurkan diri dari tim nasional. Namun ia juga tak mengiyakan dengan jelas kemungkinan tersebut.

Alih- alih, Marcello Lippi berkata bahwa sebaiknya jangan pernah mengatakan tidak pernah. Karena belajar dari pengalamannya, Marcello Lippi yakin segala sesuatunya bisa terjadi di sepak bola. Terakhir, pelatih berusia 67  tahun ini melatih Guangzhou Evergrande dari tahun 2012 hingga 2014. Setelah itu ia tak melatih klub atau tim mana pun.