Bayern Muenchen berhasil mengalahkan Arsenal dengan telak 5-1 dalam pertandingan lanjutan Liga Champions yang diadakan pada hari Rabu 4 November 2015 lalu. Namun bukannya merasa puas dan senang, sang pelatih, Pep Guardiola justru mengaku merasa tak puas atas permainan timnya dalam pertandingan tersebut. Terlepas dari hasil pertandingan yang sangat memuaskan tersebut, Pep Guardiola merasa Bayern Muenchen masih perlu memperbaiki beberapa hal demi mendapatkan performa yang lebih baik.

Lebih lanjut Pep Guardiola menjelaskan bahwa dirinya merasa Bayern Muenchen masih belum sempurna bila menilik pada penguasaan bola mereka dalam laga tersebut.

Bayern Muenchen memang mendominasi pertandingan tersebut. Berdasarkan data yang dirilis oleh UEFA, FC Hollywood menguasai 66 persen permainan dengan total 765 operan sepanjang pertandingan. Sementara itu, lawan mereka, The Gunners hanya melepaskan 329 operan.

Tapi apa boleh buat bila nyatanya statistik yang cukup fantastis tersebut masih belum sesuai dengan ekspektasi pelatih berkepala plontos itu. Bagi mantan pelatih dan pemain Barcelona tersebut, hasrat dan keinginannya adalah memiliki 100 persen penguasaan bola.

Bayern Muenchen Masih Harus Dibenahi

Bayern Muenchen memang aktif dalam serangan, namun mereka juga masih banyak menderita serangan balik. Pep Guardiola meyakini ada sesuatu yang salah dan perlu mereka benahi guna memperbaiki permainan mereka.

sbobet casino online

Nama Thiago Alcantara pun menjadi sorotan dalam laga tersebut. Bagaimana tidak? Pria berkebangksaan Spanyol tersebut memegang peranan vital di balik superioritas Bayern Muenchen atas The Gunners. Total, ia tercatat melalukan 133 operan.

Akan tetapi, lagi- lagi sang pelatih berpendapat bahwa Thiago Alcantara masih butuh mengembangkan kemampuannya dalam melepaskan operan. Lantaran, dari total 133 operannya, hanya 122 diantaranya yang mengenai sasaran.

Selain itu, ada beberapa momen saat Thiago Alcantara kehilangan bola walau kala itu ia tak menerima tekanan. Guardiola berpendapat bahwa sang pemain harus belajar membaca permainan terlebih dulu sehingga operannya akan menciptakan situasi berbahaya.

Terlepas dari puas atau tidaknya sang pelatih, Bayern Muenchen tetap saja tampil memukau dalam laga itu. Hal itu bahkan juga diakui oleh kiper The Gunners, Petr Cech.