Bethanie Mattek Sands merasa keberatan dengan kebijakan yang meharuskan para petenis menggunakan baju serba putih dalam pertandingan Wimbledon tahun ini. Hal ini ia ungkapkan setelah ia berhasil menyingkirkan unggulan 7 asal Serbia, Ana Ivanovic lewat kemenangan 6-3, 6-4. Petenis peringkat 158 dunia ini tampil agresif sehingga memaksa lawannya menyerah.

Bethanie Mattek Sands berkata bahwa ia sangat kecewa dengan kebijakan tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa biasanya pada masa lalu para pemain seperti John Mc Enroe dan Arthur Ashe tetap memiliki warna lain di samping warna putih saat mereka tampil di Wimbledon.

Memang, All England Club sebagai penyelenggara Wimbledon sejak tahun lalu telah memperketak keharusan untuk menggunakan warna all white untuk pakaian para atlet. Keharusan ini juga meliputi bandana, ikat kepala, sepatu bahkan hingga ikat pergelangan tangan.

Walau begitu, Bethanie Mattek Sands masih bisa memberi warna di lapangan bagi para penonton dengan tampilan tato di lengannya atau pun warna rambutnya yang memang kerap berganti- ganti.

 

Tak Hanya Bethanie Mattek Sands, Eugenie Bouchard Juga Hampir Kena Masalah

sbobet casino online

 

Tak hanya Bethanie Mattek Sands, petenis cantik Eugenie Bouchard juga mengalami masalah dengan keharusan all white di Wimbledon ini. Eugenie Bouchard sendiri tersingkir di babak pertama Wimbledon pada hari Selasa 30 Juni 2015 lalu, setelah mengalami kekalahan dari pemain asal Tiongkok, Dan Ying Ying dan kalah 6-7 (3), 4-6. Ia gagal mengulang prestasi tahun lalu di maan ia lolos ke babak final.

Akan tetapi ia berhasil lolos dari sanksi resmi karena dianggal melanggar tata aturan berpakaian di lapangan Wimbledon. Wasit yang memimpin pertandingan tersebut, Louise Engsell sempat menghubungi panitia untuk mempertanyakan tata aturan pakaian.

Dalam pertandingan tersebut, Eugenie Bouchard mengenakan bra hitam yang dianggap melanggar tata cara berpakaian di Wimbledon yang diketahui memang hanya memperbolehkan penggunaan warna putih.

Peraturan ini sendiri memang sudah memakan korban. Pada tahun 2013 lalu, Roger Federer sempat mendapatkan hukuman karena mengenakan sepatu dengan dasar berwarna orange. Eugenie Bouchard sendiri mengaku bahwa ia tidak tau mengenai aturan all white tersebut.