Carles Puyol memastikan bahwa ia tak akan digunakan sebagai pion oleh kandidat Presiden Barcelona pada pemilihan Presiden yang akan datang. Walau begitu, Carles Puyol  yang adalah mantan kapten Barcleona ini mengatakan bersedia membantu bila memang ia dibutuhkan.

Carles Puyol ditenggaria mengamil peranan dalam kampanye pemilihan Joan Laporta yang merupakan mantan Presiden Barcelona. Sebelumnya, pada Rabu 17 Juni 2015 lalu, pria tersebut memang telah mengumumkan bahwa ia akan kembali bertarung dalam pemilihan nanti.

Mengenai hal ini,  Carles Puyol yang ditemui dalam suatu event mengaku bahwa ia tak akan memihak pada kandidat mana pun. Ia mengaku bahwa dirinya memiliki hubungan yang baik dengan Joan Laporta. Menurut Carles Puyol ia mengalami momen- momen terbaik dalam hidupnya bersama Joan Laporta.

Carles Puyol mengaku bahwa ia akan selalu ada bila Barcelona membutuhkannya. Walau saat ini mengaku memiliki banyak proyek, Carles Puyol bersedia menghabiskan waktunya sebelum membuat keputusan.

Setelah memutuskan untuk gantung sepatu beberapa waktu yang lalu, Carles Puyol mendapatkan jabatan sebagai asisten direktur olah raga di Camp Nou. Akan tetapi mantan bek internasional Spanyol ini akhirnya mengundurkan diri pada bulan Januari lalu menyusul kepergian Andoni Zubizarreta. Andoni Zubizarreta sendiri kala itu dipecat oleh Barcelona karena skandal yang mereka hadapi saat itu.

sbobet casino online

 

Carles Puyol Sempat Menjabat Sebagai Asisten Direktur Olahraga Barcelona

 

Carles Puyol hanya menduduki jabatan tersebut selama tiga setegah bulan. Dalam kurun waktu tersebut ia mengaku telah melihat sisi lain klub yang selama ini tak ia ketahui. Ia mengaku juga telah belajar banyak hal dan merasa sangat senang.

Kala itu divisi olah raga Barcelona memang tengah menjadi sorotan berbagai kalangan karena sejumlah kasus masalah transfer. Hal inilah yang kemudian berujung dengan sanksi larangan transfer yang tengah dihadapi oleh Barcelona pada saat ini. Karena masalah ini jugalah Presiden Barcelona, Sandro Rosell memutuskan untuk mengudurkan diri dari jabatannya pada Januari 2014 lalu.

Barcelona tersangkut kasus pelanggaran regulasi transfer internasional untuk pemain di bawah umur. Walau sudah mengajukan banding, Barcelona akhirnya tetapi terkena sanksi larangan transfer selama tahun 2015.