Cystal Palace telah mengkonfirmasi ketertarikan mereka untuk merekrut gelandang Paris Saint Germian, Yohan Cabaye. Akan tetapi kabarnya tingginya harga jual Yohan Cabaye membuat Crystal Palace mengalami hambatan yang cukup sulit.

Apalagi beberapa waktu yang lalu Yohan Cabaye juga sempat menyatakan keinginannya untuk pergi dari Paris Saint Germain. Pasalnya, Yohan Cabaye jarang mendapatkan kesempatan bermain di klub Liga Perancis tersebut. Ia kalah saing dengan para pemain Paris Saint Germain lainnya seperti Marco Veratti, Thiago Motta ataupun Blaise Matuidi.

Dan memang Crystal Palace sempat diisukan tertarik untuk memboyong pemain berusia 29 tahun tersebut. Di samping itu, saat ini Crystal Palace juga ditangani oleh Alan Pardew, pelatih yang sempat bekerja sama dengan Yohan Cabaye saat mereka masih  sama- sama berada di Newcastle United.

Berdasakan keterangan yang diberikan oleh Co Chariman Crystal Palace, Steve Parish, mereka ingin melakukan sesuatu untuk klub yang kemungkinan besar akan menjadi suatu langkah besar bagi Crystal Palace. Yaitu memboyong Yohan Cabaye.

 

Crystal Palace Ingin Tembus 10 Besar Premier League

crownbola

 

Menurut Co Chariman Crystal Palace ini, Yohan Cabaye adalah seorang pemain dengan pengalaman internasional. Tentu tujuan mereka mengincarnya demi membawa klub ke arah yang lebih baik. Namun ia juga sadar tidak mudah mendapatkan seorang pemain sepak bola kelas dunia seperti Yohan Cabaye.

Memang, sulit bagi Crystal Palace untuk menembus peringkat sepuluh besar klasemen akhir Premier League. Dan untuk itu mereka harus mendatangkan pemain kelas dunia yang akan membantu meningkatkan performa mereka di lapangan.

Bagi Yohan Cabaye Inggris juga bukan tempat yang asing. Pada tahun 2011 lalu, Yohan Cabaye sempat membela Newcastle United setelah sebelumnya merumput bersama OSC Lille.

Tiga tahun merumput di St James Park Yohan Cabaye berhasil menjadi idola di Newcastel United. Akan tetapi Yohan Cabaye memutuskan untuk pindah dari Premier League ke Ligue 1. Sejak tanggal 29 Januari 2014 lalu, ia mulai bermain untuk Paris Saint Germain. Akan tetapi kurangnya jam bermain membuatnya berpikir untuk kembali ke Inggris.