Gaston Castano dan Cristian Carrasco adalah dua dari beberapa pemain Amerika Latin yang menggantungkan hidupnya pada Sepak Bola Indonesia. Mereka mengaku mengalami kesulitan finansial lantaran vakumnya semua kompetisi sepak bola di Indonesia saat ini. Dan karena itu mereka pun berusaha untuk mencari alternatif lain sebagai pemasukan.

Gaston Castano mengaku bahwa saat ini ia mengandalkan coaching clinic, sementara itu Cristian Carraso memilih bermain dalam pertandingan tarkam atau antar kampung.

Kompetisi Indonesia Super League atau ISL memang dihentikan sejak tanggal 2 Mei 2015 lalu. Pasalnya, Persatuan Sepak Bola Indonesia atau PSSI merasa tak mendapatkan dukungan dari pemerintah. PSSI sempat berencana menggelar turnamen pra musim, akan tetapi gagal karena mereka tak mendapatkan rekomendasi dari Badan Olahraga Profesional Indonesia atua BOPI.

Dan karena ini, klub- klub ISL diperbolehkan untuk memutuskan kontrak semua pemain dan kemudian membayar kompensasi sebsar 25 persen dari total kesepakatan mereka. Kondisi ini kemudian memaksa para pemain ini mencari penghasilan lain.

Saat ditemui di sebuah kafe dalam acara media gathering untuk Copa America, Gaston Castano menerangkan bahwa saat ini ia mengisi waktu luangnya dengan kegiatan coachin clinic. Kadang di sekolah sepak bola atau di tempat lain tergantung manajemennya. Dan kadang ia juga mengikuti acara bola.

sbobet casino online

 

Tak Hanya Gaston Castano, Cristian Carrasco Merasakan Hal Sama

 

Dari berbagai kegiatan tersebut, Gaston Castano mengaku hanya bisa mendapatkan 20 hingga 25 persen dari pemasukan gaji yang ia terima saat ia masih berada di klub. Namun ia merasa hal tersebut tak akan jadi masalah untuk sementara waktu.

Sementara itu, Crisitian Carrasco mengaku bahwa sejak kontraknya diputuskan oleh Persita Tangerang, ia harus rela bermain dalam pertandingan tarkam atau antar kampung. Pemain sepak bola berusia 36 tahun ini bermain berpindah- pindah. Ia sudah ke Bogor, Bekasi dan Tangerang. Dan dalam waktu dekat ia akan bertolak ke Makassar.

Berbeda dengan Gaston Castano, Cristian Carrasco tak bisa memprediksi berapa uang yang ia dapatkan dari mengikuti tarkam ini. Masalahnya jumlah pertandingan yang dijalinnya dalam kurun waktu tertentu juga tak bisa dipastikan.