Gervinho diberitakan gagal pindah ke klub Al Jazira. Baru- baru ini alasan kenapa Al Jazira batal menggunakannya terungkap ke media. Ternyata alasan gagalnya penyerang AS Roma tersebut bergabung ke Al Jazira adalah karena ia meminta pelayanan yang super eksklusif pada klub asal Uni Emirat Arab tersebut. Dan tak heran rasanya bila klub tersebut mengurungkan niat mereka untuk merekrut pemain asal Pantai Gading ini.

AS Roma sendiri telah rela melepaskan mantan penyerang Arsenal tersebut dalam upaya memenuhi tuntutan Financial Fair Play. Dan Al Jazira yang saat ini ditangani oleh pelatih asal Brazil, Abel Braga, merasa tertarik untuk membeli pemain berusia 28 tahun ini.

Akan tetapi sangat disayangkan karena akhirnya, klub yang berdiri pada tahun 1974 tersebut menari diri dari bursa transfer Gervinho pada Senin 29 Juni 2015 lalu. Menurut mereka Gervinho terlalu rakus sehingga ia mengajukan permintaan yang nyaris tidak masuk akal.

 

Tuntuntan Gervinho Terlalu Berlebihan

 

crownbola

Gervinho diketahui meminta helikopter. Dan yang lebih aneh lagi, ia meminta sebuah pantai pribadi, yang tentu hampir mustahil untuk dikabulkan oleh klub tersebut. Kesepakatan antara kedua belah pihak lalu mengalami jalan buntu karena permintaan yang berlebihan soal kontraknya selama empat tahun tersebut. Permintaan Gervinho ini dinilai terlalu berlebihan, dan karena itu klub memutuskan untuk menghentikan proses transfer. Hal ini dinyatakan sendiri oleh pihak Al Jazira.

Sebelumnya kesepakatan antara AS Roma dan Al Jazira sudah diambang kata sepakat. Akan tetapi akhirnya tuntutan rakus Gervinho lah yang membuat semuanya jadi runyam dan berujung pada batalnya proses transfer. Karena itu, AS Roma kini harus mencari lagi dari awal klub baru yang bersedia menampung pemain mereka ini. Dan sepertinya tak akan mudah bagi mereka.

Berdasarkan berita yang dimuat oleh Gazzetta dello Sport, Gervinho memang meminta sejumlah pelayanan dan fasilitas yang dinilai berlebihan. Tak hanya meminta helikopter dan sebuah pantai pribadi untuknya, Gervinho juga meminta akomodasi bagi semua keluarga besarnya. Dan juga tiket reguler untuk kembali ke Pantai Gading.