Iker Casillas sekarang memang bukan lagi penjaga gawang Real Madrid. Akan tetapi sampai kapan pun ia tentu akan dikenang sebagai kiper Los Blancos, walau pada musim panas lalu ia telah memutuskan pindah ke FC Porto. Enam belas tahun bersama Real Madrid tentu bukan waktu yang singkat, apalagi ia juga menjadi salah satu ikon penting klub raksasa Spanyol itu.

Legenda hidup Real Madrid tersebut baru- baru ini mengungkapkan siapa lawan tersulit sekaligus rekan terbaik yang pernah ia miliki sepanjang karirnya di pentas sepak bola. Pria yang juga adalah kiper andalan Tim Nasional Spanyol ini mengungkapkan bahwa Lionel Messi adalah lawan terberat yang pernah ia miliki. Sementara itu, Iker Casillas menyebut Zinedine Zidane sebagai rekan sati tim terbaik yang pernah ia miliki.

Iker Casillas tercatat membela Real Madrid sejak tahun 1999 dan memutuskan untuk hengkang pada musim panas 2015. Pria berusia 34 tahun itu tentu memiliki banyak kesempatan berhadapan dengan Lionel Messi yang notabene adalah ikon Barcelona, rival abadi Real Madrid.

Lionel Messi menjadi momok bagi Iker Casillas pada pertandingan bertajuk El Clasico lantaran penyerang mungil asal Argentina tersebut tercatat telah berhasil membobol gawangnya sebanyak 16 kali. Kenangan terburuk Iker Casillas bersama Lionel Messi adalah pada tanggal 11 Maret 2007. Lionel Messi yang kala itu masih berusia 19 tahun sukses mencetak hat trick atau tiga gol ke gawang Iker Casillas.

Iker Casillas Anggap Zidane Rekan Terbaik

Iker Casillas juga bicara mengenai rekan satu tim terbaik yang pernah ia miliki. Zinedine Zidane yang saat ini berstatus sebagai pelatih Madrid Castilla baginya adalah rekan terbaik. Kenangan terbaik Iker Casillas bersama legenda sepak bola asal Perancis tersebut adalah pada final Liga Champions 2002. Saat itu mereka menghadapi Bayer Leverkusen. Iker Casillas sendiri saat itu hanya bermain selama 22 menit untuk menggantikan Cesar Sanchez. Iker Casillas mengaku dirinya sangat suka menyaksikan Zinedine Zidane bermain.

crownbola

Pada pertandingan tersebut, Zinedine Zidane memang menjadi penentu kemangan Real Madrid, dnegna skor 2-1. Gelar tersebut sekaligus mengantrakan mereka mendapatkan gelar kesembilan kompetisi paling elite antar klub Eropa tersebut. Kala itu, Zinedine Zidane melepaskan tendangan voli dengan kaki kiri saat menyambut umpan dari sayap kiri dan bola lebih dulu membentur mistar sebelum menembus gawang klub asal Jerman tersebut.