Indra Sjafri, pelatih Bali United Pusam atau BUP berharap agar kondisi sepak bola Tahan Air segera membaik. Karena bila keadaan telah membaik maka klub- klub kebanggaan masyarakat Indonesia akan dapat kembali tampil di ajang profesional yang memang saat ini tengah dibekukan seiring dengan dibekukannya PSSI.

Hal ini diungkapkan oleh sang pelatih saat diwawancarai pada Senin 6 Juli 2015 lalu. Ia berkata bahwa ia berharap sepak bola Indonesia segera membaik.

Indra Sjafri juga menjelaskan bahwa Bali United Pusam yang saat ini ia tangani memiliki komitmen yang sangat besar untuk memajukkan sepak bola di Bali. Mereka bertujuan untuk bisa menemukan dan mencetak talenta muda asal pulau Dewata.

Indra Sjafri berkata bahwa mereka tak hanya sekedar singgah saja di Bali. Akan tetapi Bali United Pusam memiliki rencana jangka panjang untuk membangun sepak bola di Pulau Dewata ini.

Sebelumnya dalam acara buka puasa bersama yang diprakarsai oleh Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas kota Denpasar dan Forum Studi Islam Bali atau Forsiba pada hari Sabut 4 Juli 2015, Indra Sjafri memberikan kata sambutan di hadapan anak yatim setempat dan memberikan dukungan pada mereka.

crownbola

 

Indra Sjafri Prihatin Pada Sepak Bola Indonesia

 

Pelatih asal Padang Sumatera Barat ini meminta pada anak- anak yang hadir dalam acara tersebut untuk agar tidak berkecil hati dan tetap sabar dalam menjalankan kehidupan mereka. Selain itu, ia bersama  para anak yatim tersebut juga melakukan doa bersama agar kondisi sepak bola Indonesia segera pulih kembali dan semakin membaik.

Kondisi sepak bola Indonesia saat ini memang tengah carut marut. Wajar bila Indra Sjafri turut prihatin. Karena banyak pemain sepak bola Indonesia yang terkena imbas dari pembekuan PSSI oleh Menpora ini.

Tak hanya para pemain, para pelatih sepak bola pun banyak yang kehilangan pekerjaan mereka dan harus alih profesi untuk sementara waktu. Sementara beberapa pemain lainnya mengandalkan tarkam atau turnamen antar kampung atau coaching clinic.

Di tambah lagi saat ini Indonesia tengah dihadapkan pada isu pengaturan skor yang membuat PSSI dan sepak bola makin buruk di mata masyarakat.