Bandar Bola – Juve masi mengingat tragedi Heysel yang terjadi tahun 1985 silam. Tragedi itu masi membekas pada ingatan Fans Juventus. Insiden dimana para suporter Juve dan Liverpool kehilangan banyak nyawa. Salah seorang pemain belakang Juve, Leoanardo Bonucci bertekad untuk mempersembahkan gelar Liga Champions kepada para korban Heysel

“Ingatan tentang Heysel menjadi pelecut semangat bagi kami. Kami ingin mempersembahkan kemenangan untuk mereka yang sudah kehilangan nyawa.” kata Bonucci seperti dilansir Bandar Bola Terpercaya.

Maximiliano Allergri mengatakan kepada Bandar Bola Online bahwa tragedi Heysel telah menjadi catatan kelam bagi sejarah sepakbola, bukan hanya bagi Juve tapi bagi keseluruhan manusia.

” Bagi kita semua, hal tersebut sangat penting untung di ingat, kami bersimpati atas semua korban” Ucap pelatih Juve.

juventus-tim
buffon dan bonucci fokus menatap partai final

Juve berterima kasih kepada Antonio Conte

Sementara itu ditempat lain, Penjaga gawang Juventus, Gianluigi Buffonmengungkapkan rasa terima kasihnya kepada sang mantan manajer,Antonio Conte. Pasalnya berkat andil Conte pula lah Juve berhasil tampil di partai puncak Liga Champions tahun ini. Meskipun andil Max Allergri juga cukup besar dalam membawa Juve hingga ke partai final liga champions. Buffon berpendapat Conte adalah sosok penting yang telah membuat Juve menjadi kuat seperti sekarang.

sbobet casino online

“Dia memberikan ucapan selamat kepada kami dan hal itu sangat indah. Dia adalah sosok yang mendirikan fondasi dari tim ini.” tutur Buffon kepada Banda Bola Online.

“Berkat fondasi yang dibuatnya kami telah menjadi tim terkuat di Italia, dengan pengetahuan taktik yang bagus untuk bermain apik. Dan kini kami telah mampu memaksimalkan semua itu.” jelas Buffon.

Buffon hingga saat ini masi tak percaya jika Juve bisa melaju ke partai Final Liga Champions tahun ini. Meskipun tim memang menargetkan melaju ke final Liga Champions, namun hal itu diperkirakan baru bisa dicapai dua atau tiga tahun mendatang karena sempat terjadi pergantian manajer yang cukup mendadak.

“Melaju ke final adalah target saya bersama rekan-rekan dan klub ini. Kami semua bersumpah untuk bisa sampai ke sini.” tutur Buffon.

“Namun kami tidak merasa hal itu bisa terjadi tahun ini, karena adanya pergantian pelatih. Kami merasa hal itu akan datang dalam dua atau tiga tahun mendatang. Ini sungguh tak diperkirakan, sebuah kejutan, dan hal ini membuat kami sangat bahagia.” tegasnya