Juventus yang setelah sekian lama mengalami kesulitan menembus Liga Champions akhirnya terpuaskan setelah bisa lolos dan mencapai babak perempatfinal kompetisi sepakbola kasta kedua Eropa tersebut dengan hasil yang memuaskan. Sang pemain senior, Gianluigi Buffon menganggap ini semua sebagai hasil dari kerja keras yang selama ini sudah dibuktikan oleh The Old Lady. Mungkin masih membekas di ingatan para Juventini jika Juventus terakhir kali berada di babak delapan besar Liga Champions yakni pada musim 2005/2006 8 tahun lalu setelah pada akhirnya dihentikan Arsenal di babak tersebut.

Setelah kesuksesan itu, Juventus yang terlilit kasus skandal Calciopoli tersebut diturunkan dari kedudukan awalnya beraga di Seri A ke Seri B. Meskipun mereka langsung promosi ke tempat awal mereka di musim depannya, namun Bianconeri masih terlihat sulit mengukir prestasi. Segala kondisi baru terlihat membaik dan berubah sedikit demi sedikit dari waktu ke waktu setelah Antonio Conte menjadi juru ramu taktik mereka.

Di musim pertamanya menangani La Vecchia Signora, Conte langsung mempersembahkan Scudetto. Berlanjut ke musim ini, Conte ternyata sukses mengantarkan Juve kembali ke jajaran klub elit Eropa di zona Liga Champions.

 

Buffon Bangga Juventus Lolos Liga Champions

 

crownbola

Juventus melihat Gianluigi Buffon menyampaikan rasa suka cita karena klub yang diperkuatnya kini bisa kembali merasakan babak perempat final Liga Champions karena semua ini masih belum ada di pikiran para rekan-rekannya di 15 bulan silam. Kini ia merasa segala kerja keras punggawa Juventus terbayar dengan menduduki posisi yang selama ini mereka impikan.

Bagi Buffon, fase dari saat Juventus terpuruk hingga kini bisa tegak berdiri lagi merupakan sebuah fase perjalanan yang panjang dimana mereka dulu hanya bisa berharap menutup musim di peringkat tujuh, namun sekarang merekalah justru yang mengangkat Scudetto, Pila Super Italia, dan juga kembali ke posisi terhormat di Liga Champions lagi.

Sang kapten Juventus itu menambahkan pada bandar bola bahwa dari semua proses perjalanan panjang itu, 2 modal utama yang mereka pegang hanyalah dedikasi dan kerja keras. Ke depannya, Buffon berharap timnya tetap menjaga konsistensi guna merepotkan beberapa lawan tangguh yang sudah menunggu tim mereka ke depannya.