Keylor Navas, penjaga gawang Real Madrid mengaku dirinya sempat menangis saat mengetahui dirinya akan tetap bertahan di Santiago Bernabeu. Padahal ia kala itu sudah sangat siap menjadi bagian dari proses transfer David De Gea dari Manchester United ke Real Madrid. Dengan kata lain, Keylor Navas sudah siap untuk angkat kaki dari Santiago Bernabeu.

Menurut Keylor Navas saat ia tau proses transfer tersebut tak akan terjadi ia menangis. Baginya saat itu sangat menguras emosi. Hal ini diungkapkan oleh Keylor Navas pada Marca.

Kiper asal Kosta Rika tersebut memang nyaris saja berlabuh di Old Trafford pada hari terakhir bursa tranfer musim panas 2015 di Spanyol. Pasalnya, ia adalah bagian dari paket kesepakatan transfer David De Gea, kiper asal Spanyol incaran utama Los Galacticos. Akan tetapi pertukaran tersebut gagal di detik2 terakhir lantaran ada masalah dengan administrasinya.

Tak lama berselang berbagai rumor pun mulai berhembus. Beberapa media bahkan menyebut bahwa Keylor Navas meminta kenaikan gaji pada manajemen Los Blancos.

Keylor Navas Membayar Kepercayaan Benitez

Keylor Navas menjelaskan dirinya tak ingin memanfaatkan situasi karena mau tak mau ia akan jadi kiper utama di pasukan asuhan Rafael Benitez tersebut. Keylor Navas memastikan ia tak meminta kenaikan gaji.

sbobet casino online

Pada bursa transfer musim panas 2015 ini, Iker Casillas yang selama ini menjadi kiper utama Los Blancos memutuskan untuk pindah ke FC Porto. Sementara itu, David De Gea yang sedianya akan meeka rekrut dan diplot menjadi pengganti Iker Casillas pun gagal mendarat di Santiago Bernabeu. Tentu Keylor Navas sekarang berada di atas angin. Pelatih Rafael Benitez menunjukknya sebagai kiper utama tim.

Keylor Navas pun tak menyia- nyiakan kepercayaan yang diberikan oleh pelatih Rafael Benitez padanya. Ia membayar kepercayaan tersebut dengan performa yang sangat ciamik. Hingga minggu keempat La Liga, gawang Keylor Navas belum kebobolan satu kali pun.

Sekedar informasi, bukan hanya Keylor Navas yang sempat kecewa dan sangat marah atas kegagalan proses transfer tersebut. David De Gea juga demikian halnya.