Mafia bola tengah menjadi isu serius di sepak bola tanah air beberapa waktu terakhir. Namun Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi menjamin pelaksanaan Piala Kemerdekaan nantinya akan diselenggarakan tanpa adanya mafia bola.

Menurut sang Menpora, pihaknya telah menutup segala celah bagi mafia bola, dengan menaikkan uang hadiah pada para juara, dan dengan demikian komitmen wasit, klub hingga pemain diharapkan akan menunjang prinsip fair play.

Saat ditemui di Istana Kepresidenan pada Jumat 7 Agustus 2015, seusai menemui Presiden Joko Widodo, Imam Nahrawi berkata bahwa, semua yang terlibat dalam turnamen Piala Kemerdekaan ini tak boleh lagi terpengaruh oleh siapa pun. Menurutnya, mereka ingin menunjukkan bahwa prinsip fair play jadi fondasi penting bagi perubahan sepak bola Indonesia di masa yang akan datang.

Mafia Bola Tak Hanya Mengincar Pemain

Mafia bola bisa bergerak dari sisi mana saja. Tak hanya para pemain dan klub, bahkan wasit pun bisa mejadi sasaran mereka. Bila mafia bola tidak segera diberantas, maka sepak bola Tanah Air tak akan punya masa depan.

Imam Nahrawi menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan Piala Kemerdekaan ini, pemberian harish akan sepenuhnya diberikan pada klub. Jumlah hadiah pun ditingkatkan dari yang sebelumnya bernilai Rp 500 juta untuk juara 1, menjadi Rp 1,5 miliar. Sementara itu, juara dua menjadi Rp 1 Miliar dan juara tiga mendapatkan Rp 750 juta. Seluruh dana ini berasal dari para sponsor yang mendukung Piala Kemerdekaan berlangsung.

sbobet casino online

Selain itu, menurut Menpora, tim transisi yang menggelar Piala Kemerdekaan juga akan menggandeng pihak kepolisian. Pihak kepolisian tak hanya menjadi pengawas pertandingan, namun juga mulai dilibatkan untuk penyidikan terhadap temuan mafia bola.

Piala Kemerdekaan sendiri akan mulai bergulir pada tanggal 15 Agustus 2015 hingga tanggal 7 September 2015 mendatang, dan akan digelar di enam kota berbeda, yaitu Solo, Medan, Serang, Madiun, Bantul serta Cilegon. Bahkan Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan membuka turnamen ini di salah satu kota tersebut.

Piala Kemerdekaan ini akan mengobati kerinduan masyarakat Tanah Air atas sepak bola Indonesia yang telah cukup lama dibekukan. Tentu semua pihak berharap agar turnamen ini bebas sepenuhnya dari mafia bola yang selama ini menghantui sepak bola Indonesia.