Manchester City berhasil menang atas Sunderland dengan skor 4-1, pada pertandingan babak ketigaPiala Liga Inggris atau Capital One Cup yang diselenggarakan pada hari Selasa 22 September 2015 malam.

The Citizens membuka keunggulan pada menit ke sembilan lewat eksekusi penalti yang dilakukan oleh Sergio Aguero. Hadiah penalti tersebut mereka didapatkan oleh Manchester Biru setelah Patrick van Aanholt menjatuhkan Jesus Navas di kotak terlarang.

Pada menit ke 25, tim tam berhasil menggandakan keunggulan mereka. Lewat skema serangan balik, Kevin De Bruyne berhasil menjebol gawang yang dikawal oleh Vito Mannone setelah bekerja sama dengan Sergio Aguero dan Raheem Sterling.

Sunderland makin tertinggal pada menit ke 33 karena kiper Mannone mencetak sebuah gol bunuh diri. Tendangan Raheem Sterling yang memanfaatkan bola muntah di depan gawang ternyata hanya membentur tiang gawang. Namun beruntung bagi Manchester City, bola tersebut membentur Mannone yang berusaha keras menghadang tendangan tersebut dan akhirnya berbelok masuk ke gawang mereka sendiri.

Manchester City Borong 4 Gol

Manchester City kembali menambah gol tak lama berselang. Tiga menit setelahnya, Raheem Sterling akhirnya benar benar berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Dengan memanfaatkan umpan terobosan Kevin De Bruyne, mantan pemain Liverpool tersebut sukses menaklukkan Mannone dengan sepakan terukurnya ke tiang jauh. Manchester City pun akhirnya unggul makin jauh dengan skor 4-0.

crownbola

Pada babak kedua, pasukan asuhan Manuel Pellegrini ini masih berusaha menambah pundi- pundi gol. Namun Manchester City tak mampu menambah keunggulan. Malah Sunderland lah yang berhasil mencuri satu gol hiburan lewat Tiovonen pada menit ke 83. Dengan memanfaatkan umpan DeAndre Yedlin, ia berhasil mendapatkan satu gol yang membuat pertandingan berakhir 4-1 hingga akhir laga.

Selain itu, Sunderland bukanlah satu- satunya tim Premier League yang harus rela tersisih dari babak ketiga Piala Liga. Sebelumnya juga sudah ada Swansea City dan West Ham United yang mengalami nasib serupa. Seperti yang selalu dikatakan para pelatih dan pemain sepak bola, segala sesuatunya bisa saja terjadi dalam dunia sepak bola.