Manuel Pellegrini, manajer Manchester City mengungkapkan bahwa ia cukup optimistimnya akan bisa meraih gelar Premier League pada musim depan. Menurut manajer asal Cile tersebut, Manchester City akan berusaha memperkuat skuad dengan turut aktif dalam bursa transfer musim panas mendatang.

Pada tahun 2014 lalu, Manchester City berhasil mengangkat trofi Premier League dan juga Piala Liga. Akan tetapi, musim ini penampilan Sergio Aguero dan kawan- kawan dinilai mengecewakan, dan akhirnya mereka gagal mempertahankan gelar tersebut.

Walau mengakhiri musim ini tanpa gelar, tampaknya posisi Manuel Pellegrini di Etihad Stadium cukup aman. Dan karena itu, manajer berusia 61 tahun ini berjanji bahwa pada musim depan ia akan membawa Manchester City kembali ke jalur juara.

Dalam sebuah wawancara, Manuel Pellegrini berkata bahwa ia yakin timnya bisa kembali lebih kuat pada musim depan. Ia yakin bisa membawa titel kembali ke Etihad Stadium. Manuel Pellegrini berkata, sama seperti stadion mereka yang berkembang dengan tribune baru, ia yakin bahwa permainan mereka juga akan berkembang.

 

Manuel Pellegrini Ingin Kemampuan Tim Meningkat Tiap Tahunnya

crownbola

 

Manuel Pellegrini juga berkata bahwa setiap saat ia selalu berdiskusi dengan para pemilik klub, dan karena itu ia tau persis apa yang sebenarnya mereka inginkan. Di samping itu ia menyebut bahwa ada banyak hal penting dalam proyek mereka, dan tentu mereka harus meningkatkan kemampuan setiap tahunnya.

Sang pelatih juga berkata bahwa menurutnya setiap tim membutuhkan perubahan tiap tahunnya. Ia berkata bahwa bila saja mereka memenangi gelar, ia masih akan tetap mengatakan hal yang sama, dan menuntut tim untuk membuat beberapa perubahan. Dan inilah kenapa para pemain selalu datang dan pergi.

Musim ini Mancehster City finisdi peringkat kedua Premier League. Mereka harus menyerahkan gelar juara mereka pada Chelsea yang musim ini tampil sangat impresif.  Manchester City mengumpulkan 79 poin dari 38 pertandingan

Sebelumnya Manuel Pellegrini sempat mengutarakan bahwa skuadnya terlalu banyak membuang poin untuk tim kelas bawah.  Lebih lanjut ia berkata bahwa timnya kehilangan poin dengan cara yang bodoh.