Morata, striker Juventus pencetak satu-satu nya gol saat final Liga Champions menyesal kegagalan tim nya menjadi juara Liga Champions. Juventus kalah 1-3 lawan Barcelona, sempat tertinggal pada menit awal babak pertama oleh gol Ivan Rakitic, harapan untuk menjadi Juara sempat bangkit kembali saat dirinya mencetak gol penyeimbang kedudukan menjadi 1-1. Sayang perlawan Juve harus terhenti, mereka harus mengakui kedigdayaan Barcelona di kancah Eropa setelah Luis Suarez dan Neymar mencetak 2 gol tambahan.

“Ini adalah skuat hebat, keluarga besar dan kita harus terus bekerja keras. Tim  Juventus ini tidak memiliki batas, dan itu lah bisa membuat Juventus memenangkan Liga Champions. Jajaran direksi akan bekerja untuk membangun tim yang lebih kuat,” tegasnya Morata kepada Bandar Judi Online

“Kita memiliki kesempatan untuk menang, tapi kita tidak mengambil itu dan saya tidak tahu kapan kesempatan ini akan kembali lagi,” kata Morata stiker Juventus

Striker asal Spanyol in pun tak lupa mengucapkan terima kasi kepada para fans Juventus yang pada saat pertandingan tak henti-henti nya memberikan dukungan.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada fans yang datang ke sini, karena kami merasa terhormat untuk mengenakan jersey Juventus untuk mereka,” tutup Alvaro Morata

sbobet casino online

Kekalahan ini membuat Juventus gagal 6 kali dari 8 percobaan meraih juara Liga Champions. Juventus hanya 2 kali meraih juara, yaitu saat melawan Liverpool pada musim 1984-1985 dan saat melawan Ajax Amsterdam lewat adu pinalti pada tahun 1995-1996.

Sementara itu bagi Paul Pogba, gol kedua yang dicetak oleh Luiz Suarez telah membunuh semangat Juventus.

“Kami sempat percaya bisa menang saat gol Morata terjadi. Namun ketika Barca mencetak gol kedua, semangat kami sedikit patah,” tutur Paul Pogba kepada Bandar Ibcbet Online

“Saya pikir kami telah mengerahkan kemampuan terbaik, tapi Barcelona bermain lebih baik dari Juventus. Mereka punya suatu kualitas yang tak dipunyai tim ini, jadi selamat buat mereka.” ucap Paul Pogba

“Sebuah final tidak pernah berakhir dan kami berusaha untuk mencoba untuk mengejar ketertinggalan. Namun mereka kembali mencetak gol dan itu membunuh semangat kami.” tutup Paul Pogba