Muhammad Natshir, penjaga gawang tim nasional Indonesia U 23 membantah dugaan pengaturan skor yang dituduhkan pada timnya pada ajang SEA Games 2015 ini. Lebih lanjut, Muhammad Natshir menyatakan dirinya merasa kecewa atas tuduhan tersebut. Pasalnya para penggawa Garuda Muda menurutnya sudah bekerja sangat keras demi membela negara di kancah Internasional.

Dugaan kasus pengaturan skor ini muncul pada Selasa 16 Juni 2015 lalu, saat Tim Advokasi Indonesia  vs Mafia Bola memutar rekaman percakapan dengan terduga bandar judi. Rekaman ini diperdengarkan dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Senopati, Jakarta.

Muhammad Natshir mengungkapkan bahwa para anggota tim baru mengetahui tuduhan tersebut saat mereka tiba di Bandar Soekarno Hatta pada hari Selasa itu. Saat itu, pelatih mereka, Aji Santoso memang dihampiri oleh banyak wartawan yang meminta keterangan terkait masalah ini. Para pemain yang berada dalam rombongan yang sama pun lantas merasa terkejut.

 

Muhammad Natshir Yakin Seratus Persen

 

sbobet casino online

Muhammad Natshir dengan tegas membantah hal tersebut. menurut kiper yang akrab di sapa Deden ini, seluruh pemain tim nasional sudah menunjukkan totalitas mereka baik di dalam ataupun di luar lapangan selama ajang SEA Games 2015 yang diadakan di Singapura ini.

Ia juga merasa bahwa sebagai individu ia telah bekerja keras. Para pemain lain juga sudah meluangkan waktu mereka untuk berada jauh dari keluarga dan berjuang untuk membela negara. Akan tetapi saat meraka kembali ke tanah air, bukannya mendapatkan apresiasi mereka harus menghadapi tuduhan yang menurut Muhammad Natshir sama sekali tidak benar.

Muhammad Natshir juga berkata bahwa ia yakin seratus persen bahwa tak ada pengaturan skor dalam SEA Games 2015 ini. Menurutnya hal ini terlihat jelas dari kinerja para penggawa tim nasional Indonesia U 23, di mana tak ada pemain yang bersantai. Ia juga merasa heran kenapa ada yang tega melontarkan tuduhan itu pada mereka. Namun ia menantang untuk membuktikan faktanya bila memang hal tersebut terjadi. Supaya tak hanya menjadi tuduhan belaka dan membuat masyarakat menduga- duga.