Nasirudin, WNI yang terlibat dalam kasus pengaturan skor atau match fixing pada SEA Games 2w015 di Singapura ternyata adalah mantan wasit sepak bola. Fakta yang lumayan mengejutkan ini baru- baru ini diungkapkan oleh PSSI.

Sejak beberapa waktu yang lalu nama Nasirudin menjadi perhatian para pecinta sepak bola Asia. Hanya dalam waktu dua bulan Buro Investigasi Praktik Korupsi Singapura bisa mengungkapkan nama Nasirudin sebagai salah satu orang yang terlibat dalam kasus pengaturan skor ini.

Nasirudin, menurut PSSI pernah menjadi wasit Indoensia dari unifikasi PSSI 17 pada Maret 2013 lalu. PSSI juga mengungkapkan bahwa kali ini bukan pertama kalinya Nasirudin terlibat dalam kasus pengaturan skor, pada SEA Games 1997 di Jakarta ia juga melakukan aksi serupa.

Pada kasus tahun 1997 tersebut, juga terseret nama Djafar Umar yang kala itu menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Wasit PSSI. Ia terbukti menerima suap dan dilarang aktif dalam dunai sepak bola selama 20 tahun.

Nasirudin sendiri juga pernah mendapatkan sanksi larangan terlibat dalam dunia sepak bola selama 10 tahun. Akan tetapi tampaknya bukannya jera, mantan wasit tersebut lagi- lagi terjerat dalam kasus yang sama dan mendapatkan vonis 30 bulan penjara oleh pengadilan Singapura.

sbobet casino online

 

Nasirudin Menyuap Timor Leste

 

PSSI melalui juru bicara mereka mengungkapkan bahwa mereka senang mendengar kabar mengenai penangkapan Nasirudin ini.

Nasirudin terbukti terlibat dalam kasus pengaturan skor pada babak penyisihan SEA Games 2015 di Singapura, saat Malaysia dan Timor Leste bertanding pada tanggal 30 Mei 2015 lalu. Nasirudin bekerjasama dnegna dua orang lainnya, menyuap direktur teknik Timor Leste, Olando Marques Henriques Mendes. Ia meminta agar Timor Leste kalah dari Malaysia.

Untuk itu, Nasirudi membayar yang bersangkutan dengan imbalan sebesar 11.000 dollar AS. Pertandingan tersebut berakhir dengan Malaysia menang tipis dengan skor 1-0.

Singapura sendiri sama sekali tidak mentolerir tindak korupsi dan juga pengaturan skor dalam bentuk apa pun. Dan semua perbuatan itu tak akan dimaafkan sehingga Nasirudin harus mendekam di penjara untuk beberapa waktu.