Parma FC akhirnya terdegradasi ke Serie D, setelah klub asal Italia tersebut gagal mendapatkan pemilik baru yang bisa membebaskan mereka dari sejumlah utang. Hal ini disampaikan oleh Parma lewat situs resmi mereka.

Melalui pernyataan resmi tersebut, Parma FC menyebutkan bahwa para pengelola Parma FC, Dr Angelo Anedda, dan Dr Alberto Guion dikabarkan bahwa pada pukul 14.00, tanggal 22 Juni 2015, tak ada tawaran yang diterima untuk hak olahraga.

Mereka melanjutkan bahwa dalam beberapa jam setelah pengumuman tersebut, para pemilik Parma FC akan bertemu dengan panitian kreditur dan hakim kepailitan Dr Pietro Rogato untuk membuat perjanjian penting untuk proses kebangkrutan mereka.

Memang tidak ada satupun perusahaan atau pengusaha yang mengajukan tawaran untuk membeli Parma. Padahal harga jual klub pada kelelangan ketiga yang mereka lakukan hanya sebesar 11,25 juta euro atau sekitar 168,2 miliar rupiah.

Dan sekarang Parma FC telah dinyatakan bangkrut karena sudah tak ada lagi investor yang mau masuk sampai batas waktu yang telah diberikan untuk menyelamatkan neraca keuangan mereka yang memang sudah kacau balau sejak musim lalu.

sbobet casino online

 

Parma FC Tak Bisa Menemukan Investor

 

Beberapa waktu sebelumnya sempat beredar kabar bahwa ada pemilik potensial yang bersedia untuk memperbaiki kondisi Parma FC. Akan tetapi akhirnya ia menari diri dari proses penawaran pada hari Minggu 21 Juni 2015 lalu. Sementara yang lain juga turut mengundurkan diri satu hari setelahnya, tanggal 22 Juni 2015.

Parma FC sendiri telah terdegradasi setelah finis di dasar klasemen Serie A pada musim yang lalu. Mereka juga dinyatakan bangkrut oleh pengadilan Italia pada bulan Maret 2015 lalu.

Parma FC memang belum pernah merasakan gelar Serie A. Akan tetapi klub ini pernah dua kali menjuarai Piala UEFA dan Piala Winners selama tahun 1990- an. Mereka juga berhasil menjadi runner up Serie A pada tahun 1997.

Tentu hal ini sangat disayangkan. Pasalnya Parma FC sebenarnya memiliki sejarah dan prestasi yang cukup bagus. Merek ajuga pernah meraih tiga gelar Coppa Italia, satu gelar Supercoppa Italiana dan juta satu Piala Super Eropa. Dengan terdegradasinya klub ini berarti mereka harus kembali memulai segela sesuatunya dari dasar kembali.