Piala Indonesia Satu yang dipromotori oleh Mahaka Sports and Entertainment akan segera bergulit setelah mendaptakan kepastian mengenai sponsor. Dan tentunya juga kepastian mengenai klub yang akan turun dalam kejuaraan tersebut.

Hasani Abdul Gani, CEO Mahaka menjelaskan bahwa guna kelangsungan turnamen yang sedianya akan digulirkan pada tanggal 15 Agustus 2015 tersebut, oihaknya telah mengundang perwakilan dari klub yang selama ini adalah peserta kompetisi Indonesia Super League atau ISL.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya mengundang 18 klub, akan tetapi yang menghadiri pertemuan itu hanya 11 klub. Ia juga memastikan bahwa 11 klub yang hadir dalam pertemuan tersebut akan turut serta dalam Piala Indonesia Satu. Menurutnya jumlah ini juga memiliki peluang untuk bertambah.

Mereka menargetkan 16 klub sebagai pesarta Piala Indonesia Satu, yang nantinya akan terbagi dalam empat grup. Turnamen Piala Indonesia Satu ini nantinya akan menggunakan format Piala Dunia.

Akan tetapi bila nanti pada akhirnya jumlah enam belas klub tersebut tidak terpenuhi, panitia juga berminat untuk menggandeng klub Divisi Utama.

crownbola

 

Piala Indonesia Satu Menjanjikan Match Fee

 

Sebelas klub yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Gresik United, Persela Lamongan, Persib Bandung, PSM Makassar, Arema Indonesia, Bali United, Persebaya, Barito Putra, Persija, Pelita Bandung Raya dan Persiram Raja Ampat. Dan dari sebelas klub tersebut ada empat klub yang ditunjuk menjadi tuan rumah untuk babak penyisihan. Mereka adalah Persib, Arema, Bali United dan PSM Makasar.

Bagi klub yang ikut dalam Turnamen Piala Indonesia Satu, promotor telah menjanjikan dana match fee. Dana tersebut berada di luar subsidi, terutama untuk tuan rumah babak penyisihan. Akan tetapi hingga saat ini berapa besar match fee tersebut masih belum dijelaskan dengan lebih detail.

Bila memang Piala Indonesia Satu bergulir, maka akan ada dua turnamen di Indonesia selama bulan Agustus mendatang. Selain Piala Indonesia Satu juga masih ada Turnamen Piala Kemerdekaan yang digagas oleh Tim Transisi bentukan Kemenpora. Akan tetapi mayoritas Turnamen ini adalah klub yang berasal dari divisi utama.