Rafael Van Der Vaart baru- baru ini mengungkapkan penyesalan terbesarnya sepanjang karir sepak bolanya. Menurut mantan pilar andalan tim nasional Belanda tersebut, ia merasa menyesal karena memutuskan untuk meninggalkan Tottenham Hotspurs pada bulan Agustus 2012 lalu.

Rafael Van Der Vaart memang pernah memperkuat The Spurs mulai tahun 2010 hingga 2012 lalu. Ia dibeli oleh Tottenham Hotspurs dari Real Madrid dengan harga sebesar tujuh juta poundsterling atau setara dengan 146 miliar rupiah.

Akan tetapi pada Agustus 2012, pemain yang pernah dididik oleh akademi sepak bola Ajax Amsterdam ini memutuskan untuk hengkang White Hart Lane untuk kemudian pindah ke Jerman dan bergabung dengan klub Bundesliga, Hamburg SV. Menurut Rafael Van Der Vaart, keputusan tersebut masih ia sesali hingga saat ini.

 

Rafael Van Der Vaart Pergi Karena Tak Jadi Pilihan Utama

 

crownbola

Saat diwawancarai oleh The Mirror, Rafael Van Der Vaart menyebut bahwa meninggalkan Tottenham Hotspurs adalah keputusan terbodoh yang pernah ia buat dalam karirnya. Dan karena itu ia masih menyesalinya hingga saat ini. Pasalnya, sekarang ia menyadari bahwa di White Hart Lane lah ia menjalani dua tahun terbaiknya di dunia sepak bola.

Menurutnya, masa- masa itu adalah masa yang sangat hebat di Tottenham Hotspurs. Saat itu, di dalam skuad The Spurs ada Gareth Bale, Luka Modric Aaron Lennon dan dirinya sendiri. Tentu skuad dengan para  pemain bintang ini adalah skuad yang luar biasa. Di samping itu, Rafael Van Der Vaart yakin bahwa timnya selalu bermain dengan baik di setiap laga. Dan ada banyak hal menyenangkan selama dua tahun itu.

Rafael Van Der Vaart beralasan bahwa saat itu ia tak menjadi pilihan utama oleh Andre Villas Boas, pelatih Tottenham Hotrspur ssaat itu. Dan karena itu ia memutuskan untuk hengkang.

Saat ini, pemain kelahiran kota Heemskerk, Belanda tersebut, bermain untuk klub Real Betis. Rafael Van Der Vaart bergabung dengan Real Betis dengan status bebas transfer setelah kontraknya bersama Hamburg SV habis beberapa waktu yang lalu.