Roberto Mancini, pelatih Inter Milan mengakui kekagumannya pada striker Paris Saint Germain, Zlatan Ibrahimovic. Akan tetapi, Roberto Mancini sepertinya sadar bahwa peluang Inter Milan untuk bisa merekrut pemain asal Swedia tersebut terbilang sangat kecil.

Berdasarkan laporang Corriere dello Sport, beberapa hari terakhir ini, Inter Milan tengah berusaha untuk mendahului AC Milan dalam perburuan tanda tangan Zlatan Ibrahimovic. AC Milan sendiri memang diketahui telah lama ingin memulangkan sang pemain ke San Siro.

Roberto Mancini sendiri juga pernah bekerja sama dengan Zlatan Ibrahimovic pada tahun 2006 hingga tahun 2008. Kala itu Zlatan Ibrahimovic dan Roberto Mancini juga bertemu di Inter Milan. Dan selama tiga musim tersebut, mereka berhasil mendapatkan tiga  gelar scudetto.

Saat dimintai keterangan mengenai ketertarikannya untuk mendatangkan Zlatan Ibrahimovic, Roberto Mancini hanya berkata bahwa memang Ibra adalah seorang pemain hebat yang tentu diinginkan oleh setiap tim. Akan tetapi sulit memastikan kemungkinan apakah ia akan datang ke Giuseppe Meazza saat ini.

Zlatan Ibrahimovic memang santer diberitakan akan meninggalkan Parc des Prices pada bursa transfer musim panas ini. Walau Paris Saint Germain sendiri tak ingin melepaskan salah satu pemain andalan mereka tersebut. Tapi, sepertinya bila memang benar meninggalkan Perancis, Zlatan Ibrahimovic akan memilih AC Milan.

crownbola

 

Roberto Mancini Paparkan Nasib Xherdan Shaqiri

 

Dalam kesempatan itu, Roberto Mancini juga sempat membiracakan nasib salah satu pemainnya, Xherdan Shaqiri. Diketahui bahwa winger asal Swiss ini masuk dalam daftar jual Inter Milan pada bursa transfer musim panas ini. Akan tetapi Xherdan Shaqiri telah menyatakan bahwa ia tak ingin pindah ke Stoke City musim depan.

Roberto Mancini berpendapat bahwa seharusnya seorang pemain akan bahagia bila mendapatkan kesempatan untuk bermain di tempat lain. Namun ia juga sadar bahwa akan sangat sulit bagi Xherdan Shaqiri untuk meninggalkan Inter Milan. Namun ia dan klub memang tak punya pilihan lain selain mengorbankan beberapa orang pemain.

Memang, mau tidak mau klub harus membatasi jumlah pemain hanya sebanyak 25 orang saja. Karena itu, untuk mendapatkan pemain baru, tentu seseorang harus pergi.