Ryan Giggs, asisten pelatih Manchester United menyatakan bahwa ia menikmati musim pertamanya dengan jabatan sebagai staf pelatih The Red Devils. Menurut Ryan Giggs ada perbedaan yang cukup besar saat ia masih menjadi seorang pemain dan saat ia menjadi staf pelatih.

Ryan Giggs ditunjuk sebagai asisten pelatih oleh pelatih Louis van Gaal pada awal musim 2014- 2015 ini. Pada musim pertamanya sebagai asisten pelatih, Ryan Giggs tak mampu memberikan Manchester Untied gelar apa pun.

Walau demikian Ryan Giggs yakin bahwa para pemain Manchester United bisa menunjukkan kemampuan yang lebih baik di musim mendatang. Bagi Ryan Giggs ini adalah tugas utamanya sebagai salah satu staf pelatih The Red Devils.

Ryan Giggs berpendapat bahwa hal terbesar untuk belajar menjadi seorang pelatih adalah dengan tidak berpikir dan menempatkan diri sebagai seorang pemain. Hal yang tepat adalah untuk berpikir sebagai seorang pelatih. Menurutnya dengan menempatkan diri sebagai seorang pemain seseorang bisa menjadi sedikit lebih egois. Karena pada dasarnya seorang pemain ingin melakukan yang terbaik dengan kemampuannya sendiri dan berusaha untuk mencapainya.

 

Ryan Giggs Ingin Berikan Yang Terbaik

sbobet casino online

 

Ryan Giggs tentu ingin memberikan yang terbaik baik sebagai seorang pemain dan juga seorang pelatih. Dan itu berarti adalah kerja keras. Ia tentu harus melakukan segala cara untuk mencapai target tersebut. Akan tetapi bukan berarti tantangan tersebut tak bisa dinikmati.

Seorang pelatih harus bisa membuat 25 hingga 30 orang pemainnya mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Dan karena itu ia harus bisa menemukan cara bagaimana para pemain tersebut bisa tampil lebih baik lagi dari hari ke hari.

Sebelumnya Ryan Giggs menyebut bahwa peluang Manchester United dalam meraih gelar cukup terbuka pada musim depan. Asal mereka bisa tampil konsisten. Belajar dari kesalahan Premier League musim 2014 -2015 lalu, Ryan Giggs menyimpulkan bahwa dari delapan kekalahan, lima diantaranya terjadi saat mereka melawan tim- tim kecil.

Padahal saat menghadapi tim- tim penghuni empat besar Premier League, skuad asuhan Louis van Gaal ini mendapatkan hasil yang cukup memuaskan. Mereka sebelumnya berhasil mengalahkan Manchester City, dan Arsenal satu kali. Dan selalu berhasil menang saat bertemu dengan Liverpool.