Sepp Blatter diminta untuk mundur dari jabatannya sebagai Presiden FIFA. Michel Platini, Presiden EUFA menegaskan bahwa organisasinya yang beranggotakan 54 menginginkan hal tersebut. Hal ini diungkapkan oleh orang tertinggi di badan sepak bola Eropa tersebut tak lama setelah tujuh orang petinggi FIFA tertangkap oleh FBI pada Rabu 27 Mei 2015 karena diduga terlibat dalam korupsi dan pencucian uang pada tahun 1991.

Hingga saat ini, Sepp Blatter sendiri masih belum terkait dalam penyelidikan. Kendati demikian, federasi sepak bola Eropa telah menyerukan agar pria asal Swiss yang telah menjabat sebagai Presiden FIFA tersebut meletakkan jabatannya. Pasalnya Departemen Kehakiman Amerika Serikat menduga bahwa ada korupsi besar di FIFA.

Ironisnya saat ini Sepp Blatter justru tengah berusaha untuk mempertahan rezimnya. Tahun ini ia kembali masuk dalam bursa kandidat calon Presiden FIFA untuk empat tahun mendatang dalam pemilihan yang sedianya akan diadakan paada Jumat 29 Mei 2015. Kali ini ia akan bersaing dengan Pangeran Ali Bin Al Hussein dari Yordania.

 

Sepp Blatter Memberikan FIFA Image Berbahaya

 

crownbola

Michael Platini mengakui bahwa dirinya sudah berusaha untuk meyakinkan seluruh anggotanya agar mendesak Sepp Blatter yang saat ini telah berusia 79 tahun tersebut untuk mundur. Dan semua itu dilakukan semata hanya untuk kebaikan FIFA.

Michel Platini menjelaskan bahwa ia meminta Sepp Blatter untuk mundur karena ia telah memberikan FIFA image yang berbahaya. Ia berkata bahwa tak mudah baginya untuk meminta seorang teman untuk pergi, akan tetapi itu harus dilakukan. FIFA terlalu banyak menyimpan skandal.

Selanjutnya, Michel Platini menjelaskan bahwa UEFA telah melakukan pertemuan dengan 54 anggotanya. Dan saat pemilihan Presiden FIFA berlangsung, mayoritas asosiasi negara Eropa akan memilih Pangeran Ali Bin Al Hussein. Menurutnya orang- orang tak lagi menginginkan Sepp Blatter sebagai Presiden FIFA. Ia pun mengaku tak ingin Sepp Blatter kembali menjabat.

Lebih lanjut ia berkata bahwa saat ini ia masih terus berusaha untuk meyakinkan beberapa asosiasi sepak bola Eropa yang tak sepenuhnya percaya pada keadaan FIFA yang makin tak kuat ini.