Skandal FIFA tampaknya tak menghalangi Sepp Blatter untuk kembali menjabat sebagai Presiden FIFA untuk empat tahun ke depan. Sebagai catatan, Sepp Blatter kembali terpilih sebagai Presiden FIFA pada pemilihan yang berlangsung di Zurich, Swiss pada Jumat 29  Mei 2015 lalu melalui proses voting. Padahal di saat bersamaan dunia tengah di hebohkan dengan skandal FIFA, dimana tujuh orang petingginya ditangkap karena kasus dugaan korupsi.

Terkait skandal FIFA ini, sebelumnya banyak pihak yang meminta agar kongres FIFA sekaligus pemilihan Presiden FIFA ini ditunda hingga keadaan menjadi lebih baik. Akan tetapi FIFA tampaknya berpikiran lain dan tetap melakukan pemilihan.

Seusai dinyatakan terpilih kembali untuk yang kelima kalinya, Sepp Blatter berjanji bahwa ia akan membenahi organisasi tertinggi sepak bola dunia tersebut, termasuk dengan skandal FIFA yang terjadi baru- baru ini.

Sepp Blatter berhasil menyingkirkan lawan satu- satunya, Pangeran Ali Al Hussein dari Yordania. Sebenarnya pemilihan ini harusnya berlangsung hingga putaran kedua, akan tetapi tak lama sebelum putaran kedua itu dimulai, Pangeran Ali Al Hussein memutuskan untuk mengundurkan diri.

Pada putaran pertama, Sepp Blatter mendapatkan total 133 suara, sementara Pangeran Ali Al Hussein hanya mendapatkan 73 suara, dari total 209 suara.

sbobet casino online

 

Skandal FIFA Tugas Baru Blatter

 

Terkait hal ini, Sepp Blatter juga tak lupa mengucapkan pujiannya pada Pangeran Ali AL Hussein. Ia juga mengucapkan rasa terima kasihnya pada sang Pangeran karena telah menjadi seorang penantang.

Terkait skandal FIFA yang tengah hangat dibicarakan ini, Sepp Blatter berkata bahwa saat ini ia memiliki tanggung jawab untuk membawa kembali organisasi yang dipimpinannya itu kembali ke jalur yang benar. Ia juga menuturkan bahwa FIFA saat ini membutuhkan sosok perempuan di dalam tubuhnya.

Di akhir kata sambutannya, Sepp Blatter berkata bahwa usia tak jadi masalah. Namun yang penting ia senang pada pekerjaannya dan orang- orang yang ada di sekitarnya, dan karena itu ia ingin terus berada di FIFA. Lebih lanjut ia berkata bahwa dirinya memang tidak sempurna, akan tetapi ia akan berusaha untuk melakukan yang terbaik bersama- sama.

Kita lihat saja bagaimana sang Presiden akan membenahi skandal FIFA yang tengah menjadi perhatian banyak kalangan ini.