Stephan El Shaarawy tampaknya akan mendapatkan kepercayaan lebih dari pelatih baru AC Milan, Sinisa Mihajlovic. Pasalnya, pelatih teranyar AC Milan ini sempat mengatakan bahwa ia akan memberikan peran pada Stephan El Shaarawy sebagai gelandang tengah.

Pasalnya Sinisa Mihajlovic memiliki pendapat bahwa Stephan El Shaarawy akan cocok bermain sebagia gelandang dari pada bermain sebagai seorang striker.

Sejak bergabung bersama AC Milan pada tahun 2011 lalu, Stephan El Shaarawy kerap menempati posisi penyerang sayap atau pun penyerang tengah. Dan pada musim 2012- 2013, dalam posisi tersebut, Stephan El Shaarawy  berhasil mencetak 19 gol untuk AC Milan.

Namun tampaknya rencana tersebut ditanggapi dengan dingin oleh salah satu pemain AC Milan, Demetrio Albertini. Menurut Demetrio Albertini, pelatih Sinisa Mihajlovic telah memberikan penilaian yang salah terhadap Stephan El Shaarawy.

Menurut Demetrio Albertini, anggapan Sinisa Mihajlovic yang menyamakan Stephan El Shaarawy dengan Angel Di Maria, sama sekali tidak tepat. Menurutnya, rekan satu timnya tersebut tak bisa disamakan dengan gelandang Manchester United itu.

crownbola

 

Stephan El Shaarawy Tak Memiliki Konsistensi

 

Lebih lanjut Demetrio Albertini mengungkapkan bahwa selama ini ia melihat Stephan El Shaarawy sebagai seorang pemain sayap. Menurutnya, posisi tersebut bisa membuat Stephan El Shaarawy menarik banyak pemain belakang lawan.

Demetrio Albertini juga berkata bahwa untuk menjadi seorang gelandang tengah Stephan El Shaarawy harus memiliki konsistensi. Akan tetapi ia tak memiliki hal tersebut. Hal yang dimiliki oleh pemain sepak bola seperti Angel Di Maria, Isco atau pun James Rodriguez yang emmang telah nyaman bermain pada posisi tersebut.

Sinisa Mihajlovic baru saja ditunjuk untuk menggantikan pelatih AC Milan sebelumnya, Filippo Inzaghi. Dunia kepelatihan sepak bola juga bukanlah hal yang baru baginya. Sebelum melatih AC Milan, ia adalah palatih Sampdoria.

Sebelumnya AC Milan juga tak hanya dikaitkan dengan Sinisa Mihajlovic. AC Milan juga sempat berusaha untuk merayu Carlo Ancelotti agar mau kembali ke San Siro. Akan tetapi mantan pelatih Real Madrid tersebut menolak dan memutuskan untuk cuti selama satu tahun.