Tim Nasional Italia tampaknya tak perlu cemas lagi. Pasalnya, salah satu pemain andala mereka, Andrea Pirlo telah mengkonfirmasi bahwa ia akan terus bermain bagi Gli Azzurri hingga putaran final Piala Eropa 2016 mendatang. Akan tetapi, playmaker timĀ  nasional Italia ini tak menyinggung lebih lanjut mengenai masa depannya di Juventus, klubnya saat ini.

Mengenai masa depannya di tim nasional Italia ini, diungkapkan oleh Andera Pirlo pada Rai Sport setelah tim nasional Italia bermain imbang melawan tim nasional Kroasian di Split pada pertandingan penyisihan Grup H kualifikasi Piala Eropa 2016. Dalam kesempatan itu, Andera Pirlo juga mengaku dirinya senang dengan performa tim nasional Italia.

Menurut Andrea Pirlo, mereka beraksi dengan baik, dan memang datang ke pertandingan tersebut untuk mengambil inisiatif. Selain itu ia juga mengungkapkan bahwa baik dirinya ataupun para penggawa tim nasional Italia lainnya senang dengan performa yang emreka tunjukkan pada pertandingan tersebut.

Belakangan Andrea Pirlo memang tengah santer diberitakan akan segera meninggalkan Juventus untuk bergabung dengan salah satu klub Major League Soccer Amerika Serikat, New York City FC. Akan tetapi ketika dimintai keterangan lebih lanjut mengenai hal ini, Andrea Pirlo enggan memberikan jawaban. Ia malah mengarahkan jawabannya mengenai kemungkinan bermain di Perancis, tuan rumah Piala Eropa tahun depan.

 

Andrea Pirlo Tetap Di Tim Nasional Italia Hingga Piala Eropa 2016

sbobet casino online

 

Ia juga menyatakan bahwa selama ini ia selalu menikmati saat bermain sepak bola, dan juga melakukan apa yang ia bicarakan di lapangan. menurutnya saat ini terlalu banyak pembicaraan mengenai masa depannya, namun ia sudah cukup terbiasa dengan hal itu.

Isu mengenai hengkangnya Andrea Pirlo dari Turin ini makin santer terdengar setelah ia terlihat meneteskan air mata setelah Juventus menelan kekalahan dari Barcelona pada partai final Liga Champions yang diselenggarakan pada 6 Juni lalu.

Banyak kalangan berpendapat bahwa air mata tersebut adalah air mata perpisahan dan juga air mata kekecewaan karena gagalnya ia mempersembahkan trofi Liga Champions untuk Juventus di musim terakhirnya bersama klub tersebut. Akan tetapi berita ini sempat dibantah oleh manajemen klub.